[Update] Bagaimana Asesmen Dapat Dikaitkan Dengan Pembelajaran Menurut Kurikulum Merdeka?

DOWNLOAD VIDEO

Hayo, siapa yang di sini sering mencari Bagaimana Asesmen Dapat Dikaitkan Dengan Pembelajaran Menurut Kurikulum Merdeka?? Aplikasi semacam ini memungkinkanmu untuk membuat beragam video estetik dengan kualitas HD, loh. Menariknya, kamu nggak perlu lagi kok pakai kamera mahal seperti DSLR untuk melakukannya.

Buat yang belum tahu, bokeh effect di sini tidak merujuk pada video-video museum yang kerap dinikmati orang dewasa, melainkan sebuah efek yang membuat hasil tangkapan kameramu lebih menarik. Dengan menggunakan efek ini, kamu bisa membuat objek utama semakin jelas dan latar belakang lebih buram. Jadi lebih valuable, loh!

Nah, kalau kamu tertarik ingin mencari Bagaimana Asesmen Dapat Dikaitkan Dengan Pembelajaran Menurut Kurikulum Merdeka?, Jaka sudah siapkan beberapa rekomendasi terbaiknya di sini. Langsung simak aja, yuk!

Table of content:


[Hide]
[Show]

PUSAT DAPODIK – Bagaimana asesmen dapat dikaitkan dengan pembelajaran menurut kurikulum merdeka? Asesmen pada kurikulum merdeka diketahui dirancang secara khusus untuk mengukur tingkat pemahaman dan kinerja siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Kurikulum merdeka merupakan inovasi dalam pendidikan di Indonesia yang mempunyai tujuan untuk mengembangkan potensi dan minat belajar siswa. Kurikulum ini mampu memberikan kebebasan kepada siswa dalam memilih minat belajar mereka dan mampu mendorong kreativitas guru.

Untuk dapat mengetahui keterampilan dan kemampuan siswa secara menyeluruh, maka dilaksanakan proses asesmen. Lalu, bagaimana asesmen dapat dikaitkan dengan pembelajaran menurut kurikulum merdeka?

Bentuk-Bentuk Asesmen pada Kurikulum Merdeka

Asesmen merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk dapat mengetahui kebutuhan belajar, perkembangan, dan pencapaian kompetensi dalam pembelajaran siswa di sekolah.

Nantinya, hasil dari asesmen akan digunakan sebagai bahan refleksi dan landasan untuk dapat meningkatkan mutu pembelajaran.

Dikutip dari buku Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), tersedia dua bentuk asesmen dalam kurikulum merdeka untuk dapat menilai kinerja siswa, diantaranya yaitu:

1. Asesmen Formatif

Asesmen formatif merupakan bentuk penilaian yang dilakukan selama kegiatan pembelajaran. Tujuannya adalah untuk memberikan umpan balik kepada guru dan siswa supaya mereka bisa memperbaiki model pembelajaran.

Biasanya, asesmen formatif ini dilaksanakan di awal pembelajaran, pertengahan pembelajaran, akhir pembelajaran, atau di sepanjang pembelajaran berlangsung.

Asesmen formatif dapat membantu untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa, tingkat penguasaan materi, serta unit materi yang masih belum dikuasai. Asesmen ini mampu mendorong siswa untuk dapat menghargai proses pembelajaran, bukan hanya hasil akhir.

2. Asesmen Sumatif

Asesmen sumatif merupakan bentuk penilaian yang dilaksanakan untuk menilai pencapaian siswa secara keseluruhan. Asesmen ini biasanya dilakukan di akhir semester atau pada akhir tahun ajaran.

Hasil asesmen ini bisa digunakan sebagai dasar untuk dapat menentukan nilai siswa, memberikan umpan balik, menentukan apakah siswa bisa naik kelas, dan sebagai macam bukti materi apa saja yang berhasil siswa pelajari selama kegiatan pembelajaran.

Bagaimana Konsep Asesmen pada Kurikulum Merdeka?

Setelah Anda mengetahui bentuk-bentuk asesmen, berikutnya Anda juga perlu memahami proses pelaksanaan asesmen dalam kurikulum merdeka. Asesmen mempunyai tujuan untuk mengetahui kebutuhan belajar dan perkembangan serta pencapaian hasil belajar siswa.

Agar pelaksanaan asesmen dapat sejalan dengan tujuan tersebut, siswa dan guru perlu memahami bagaimana konsep asesmen pada kurikulum merdeka. Berdasarkan pada fungsinya, konsep asesmen dalam kurikulum merdeka ini terbagi menjadi tiga jenis, diantaranya yaitu:

1. Asesmen Sebagai Proses Pembelajaran (Assessment as Learning)

Asesmen ini mempunyai tujuan untuk merefleksi proses pembelajaran dan berfungsi sebagai asesmen formatif. Dalam pelaksanaannya, siswa sebaiknya dilibatkan secara aktif pada kegiatan asesmen ini.

Siswa akan diberi pengalaman untuk dapat belajar menjadi penilai untuk diri sendiri dan temannya. Penilaian diri (self assessment) dan penilaian antarteman adalah contoh asesmen sebagai proses pembelajaran.

Jenis asesmen ini mempunyai beberapa fungsi, yakni untuk mendiagnosis kemampuan awal serta kebutuhan belajar siswa, sebagai umpan balik untuk dapat memperbaiki proses pembelajaran dan strategi pembelajaran, mendiagnosis daya serap materi, dan juga memacu perubahan suasana kelas.

2. Asesmen untuk Proses Pembelajaran (Assessment for Learning)

Asesmen ini mempunyai tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran yang bisa dilakukan dalam format penilaian formatif sekaligus penilaian sumatif. Asesmen untuk proses pembelajaran mempunyai fungsi sebagai alat ukur untuk dapat mengetahui pencapaian hasil belajar siswa, merefleksi pembelajaran, dan untuk melihat kekuatan dan kelemahan belajar siswa.

3. Asesmen pada Akhir Proses Pembelajaran (Assessment of Learning)

Asesmen ini dikategorikan sebagai penilaian formatif ataupun sumatif. Dalam konteks penilaian sumatif, satuan pendidikan bisa melakukan asesmen sumatif di akhir semester untuk bisa mendapatkan data yang lebih lengkap.

Pendidikan merupakan proses yang kompleks dan dinamis, dan salah satu komponen penting dalam proses ini yaitu asesmen. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, asesmen mempunyai peran yang sangat penting dalam mendukung tujuan pembelajaran.

Asesmen dalam Kurikulum Merdeka bukan hanya memiliki fungsi sebagai alat untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa saja, melainkan juga sebagai alat untuk mendukung serta memandu proses pembelajaran. Asesmen bisa digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa, memonitor perkembangan diri mereka, dan memberikan umpan balik yang berharga untuk dapat meningkatkan pengajaran dan pembelajaran.

Dalam Kurikulum Merdeka, asesmen ini diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran. Hal ini berarti bahwa asesmen bukan hanya dilakukan di akhir unit atau kursus saja, melainkan di sepanjang proses pembelajaran. Asesmen formatif, misalnya, diterapkan untuk memonitor perkembangan siswa serta memberikan umpan balik yang berharga bagi siswa dan guru.

Tidak hanya itu, Kurikulum Merdeka juga mampu mendorong penggunaan asesmen autentik, yang mana melibatkan tugas dan aktivitas yang mencerminkan situasi dunia nyata dan relevan dengan kehidupan siswa.

Kesimpulan

Nah, itulah di atas pembahasan lengkap terkait Bagaimana Asesmen Dapat Dikaitkan Dengan Pembelajaran Menurut Kurikulum Merdeka. Demikian pembahasan kali ini, semoga informasi yang disampaikan diatas bisa bermanfaat.

1717663269

By channa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *